James Derulo's

Portfolio

Melihat sepak terjang sistem anti bajakan paling mumpuni di industri game – Denuvo selama beberapa tahun terakhir ini memang menarik. Setelah  ikut campur tangannya tim peretas asal Italia – CPY, kredibilitas Denuvo memang kian menurun. Puncak kerusakan terjadi saat tiga scene terpisah – Baldman, CPY, dan juga Steampunks ramai-ramai membobolnya dari beragam sisi. Namun untuk alasan yang tidak jelas, ketiga nama tersebut menghilang begitu saja. Sosok lain –Voksi berusaha mengisi kekosongan peran namun berujung ditangkap karena keteledorannya sendiri. Tumpuan gamer bajakan kini hanya terletak pada sosok scene yang cukup besar – CODEX.

Terlepas dari kasus ditangkapnya Voksi, kehadiran dan konsistensi CODEX untuk terus berusaha membobol game teranyar yang menggunakan Denuvo tentu menjadi aksi yang disambut baik oleh gamer bajakan.

Namun tidak lagi sekedar CODEX, sebuah tim baru akhirnya resmi “memperkenalkan diri”. Masih misterius dengan metode yang cukup efektif, tim yang menyebut diri mereka sebagai “FCKDRM” ini sudah berhasil membobol dua buah game berbasis Denuvo – Football Manager 2019 dan Mega Man 11. Sama seperti halnya CODEX, tim ini juga terlihat cukup efektif menyembunyikan identitas mereka.



Berhasil “merebut” talenta sekelas Bungie Studio yang lewat tangan dingin mereka, berhasil melahirkan salah satu game FPS terbaik di konsol – HALO. Antisipasi terhadap sepak terjang Bungie selepas Halo ternyata harus dihadapkan pada kekecewaan besar, setelah Destiny seri pertama ternyata gagal menawarkan daya tarik cerita yang sama kuatnya, terlepas dari sensasi penggunaan senjata yang tetap solid. Seri keduanya juga tetap mendapatkan kritik pedas dari sisi konten dan beberapa kebijakan yang dianggap mereplika kesalahan dari pertama. Walaupun tidak pernah membuka dengan jelas angka penjualan yang ada, Activision disebut-sebut kecewa dengan performa Destiny selama ini.

Informasi ini disampaikan oleh wartawan ternama Kotaku yang punya banyak informasi belakang layar – Jason Schreier. Dalam tweet resminya, Scheirer menyebut bahwa Activision kecewa dengan performa penjualan Destiny selama ini. Hal tersebut terungkap dalam laporan finansialnya kepada para investor. Tidak jelas seberapa “jauh” sebenarnya beda antara performa nyata dan ekspektasi Activision. Satu yang pasti, ini menarik mengingat Destiny 2 saat ini pelan tapi pasti mulai mendapatkan respon positif dari komunitas fanatiknya.




Luminous Productions adalah nama yang seharusnya sempat Anda dengar selama seminggu terakhir ini. Studio baru yang berdiri di bawah bendera Square Enix tersebut, seperti namanya, sempat disebut-sebut akan bertanggung jawab atas kelangsungan konten Final Fantasy XV yang memang berbasiskan Luminous Engine. Namun siapa yang mengira, situasi tersebut ternyata berubah. Dengan Hajime Tabata yang berujung hengkang dan dari 3 dari 4 DLC Final Fantasy XV dibatalkan, Square Enix kini mengubah fokus Luminous untuk mengembangkan sebuah game AAA misterius. Game AAA yang sepertinya akan ditujukan untuk Playstation 5.

Square Enix memang belum angkat bicara terkait proyek misterius yang satu ini. Namun informasi terbaru dari salah seorang karyawan Luminous Productions yang berperan sebagai 3D Character Model Lead Artist – Tomohiro Tokoro tidak sengaja “membocorkan” sebuah info penting. Dalam portofolionya, Tomohiro menuliskan bahwa saat ini ia tengah mengerjakan game AAA untuk Luminous. Platform rilisnya? Ia jelas menuliskan Playstation 5 di sana. Ini berarti Square Enix sendiri sudah mulai bersiap untuk platform generasi selanjutnya.



Adi Shankar, seberapa familiarnya Anda dengan nama yang satu ini akan sangat bergantung pada apakah Anda mengikuti dan menikmati dua season film animasi Castlevania dari Netflix. Benar sekali, ia merupakan sutradara dan gamer yang menjadi otak di balik salah satu proses adaptasi franchise video game menuju format film yang pantas untuk diacungi jempol tersebut. Cerita, desain karakter, hingga animasi pertarungan yang siap untuk membuat banyak gamer bernostalgia seolah menjadi penegas bahwa proyek masa depan Shanar memang pantas untuk diantisipasi. Berita baiknya? Proyek selanjutnya sepertinya akan berhubungan dengan sang pemburu iblis milik Capcom – Devil May Cry.

Berbicara dengan IGN, Adi Shankar tiba-tiba melemparkan pengumuman mengejutkan ini. Bahwa ia akan menangani sebuah film animasi adaptasi Devil May Cry. Lucunya lagi? Ia menyebut bahwa Devil May Cry yang ia tangani akan terjadi di sebuah “multiverse ilegal”. Shankar tidak ingin menjelaskan hal ini lebih jauh, tetapi membuka diri pada beragam spekulasi yang mungkin muncul dari pernyataan tersebut. Shankar juga menyebut bahwa dirinya mendapatkan hak adaptasi ini untuk memastikan agar Hollywood tidak membuatnya “berantakan”. Ia menegaskan ia punya kebebasan kreatif di sini.




Sebuah mimpi yang seolah jadi kenyataan, tidak ada kalimat yang lebih tepat untuk menjelaskan perasaan sebagian besar gamer yang menggemari Kingdom Hearts ketika membicarakan seri ketiganya yang akan dirilis awal tahun 2019 mendatang. Setelah sempat terkatung-katung untuk waktu yang lama, keputusan Square Enix untuk akhirnya mengerjakan seri ini dengan Tetsuya Nomura yang kembali terlibat tentu saja pantas untuk dihargai. Apalagi tambahan konten dan dunia dari semesta Disney yang baru terlihat menarik. Berita baiknya? Kingdom Hearts 3 akan mengikuti tanggal rilis yang sudah diumumkan sebelumnya.

Tidak ada lagi penundaan, Kingdom Hearts 3 resmi rampung. Hal ini disampaikan oleh Tetsuya Nomura lewat tweet resminya, mengkonfirmasikan bahwa proses pengembangan game yang begitu diantisipasi ini akhirnya selesai. Ia juga menyarankan gamer untuk mencicipi Kingdom Hearts 1,5 + 2,5 + 2,8 terlebih dahulu sebelum memainkan seri ketiga yang memang seharusnya, menjadi puncak pertarungan antara Sora dkk melawan Xehanort ini. Bersama dengan pengumuman ini, mereka juga merilis trailer versi panjang dari “iklan” yang mereka putar di bioskop-bioskop Amerika Utara.




Salah satu anime yang menemani banyak masa remaja Indonesia di tahun 2000-an, popularitas seri animasi Ruruoni Kenshin atau yang lebih dikenal sebagai Samurai X di televisi lokal memang tinggi. Kisah perjuangan seorang samurai yang berusaha lari dari masa lalunya yang kelam ini menawarkan tidak hanya cerita kuat, tetapi juga karakter dan animasi pertarungan yang memanjakan mata di masanya. Kini, gamer yang merindukannya bisa melirik sebuah game yang akan memuat sang karakter utama dan karakter antagonis utamanya dalam pertarungan panas melawan karakter ikonik lainnya. Benar sekali, kita bicara soal  Jump Force.

Sempat diumumkan di Weekly Shonen Jump beberapa waktu yang lalu, Bandai Namco akhirnya memperlihatkan seperti apa sosok Kenshin Himura dan musuh utamanya – Shishio Makoto sebagai karakter petarung di Jump Force. Seperti banyak karakter lainnya, ia hadir dengan pendekatan visual “realistis” yang mungkin terlihat aneh di beberapa mata gamer. Sayangnya, selain segudang screenshot yang dilepas, Bandai Namco tidak merilis video gameplay-nya sama sekali. Namun sementara, ia terlihat cocok dengan karakter-karakter Jump Force yang lain.



Pernahkah Anda membayangkan sebuah game yang nyaris mati di awal rilisnya berujung bangkit dan terus mendapatkan apresiasi lebih di saat usianya kian menua? Percaya atau tidak, hal inilah yang terjadi dengan game racikan Hello Games – No Man’s Sky. Dianggap sebagai proyek ambisius penuh kebohongan di saat rilis karena begitu banyaknya fitur dijanjikan yang tidak tersedia, aksi Hello Games untuk tidak menyerah dan terus menyempurnakan game ini berbuah manis. Pelan tapi pasti, dengan ditambahnya fitur multiplayer, perspektif orang ketiga, hingga cerita yang lebih jelas, ia mulai membentuk diri menjadi sebuah game eksplorasi luar angkasa yang seharusnya.

Setelah update bernama Abyss berskala cukup besar yang berfokus untuk membuat ekosistem bawah laut menjadi lebih hidup, No Man’s Sky kini memperkenalkan update terbaru bernama “Visions” yang kembali, didistribusikan secara cuma-cuma. Menambahkan jenis tumbuhan dan hewan baru, ia kini juga menambahkan elemen rongsokan pesawat luar angkasa alien sebagai bagian yang bisa Anda eksplorasi ataupun “potong” untuk ekstra material. Ada beberapa efek kecil seperti hadirnya pelangi atau kembang api yang bisa Anda ledakkan juga disuntikkan di sini.