James Derulo's

Portfolio

Game Battle-Royale Terbaru Twisted Metal Akan Segera Dirilis, Berbicara tentang game yang “jadul” dan lumayan gila dizamannya, tidak dapat terlepas dari Twisted Metal. Game tersebut muncul di PlayStation 1 dengan sekian banyak versi dimana seri perdana rilis pada tahun 1995 dan paling melejit dizamannya.

Notmycar, suatu game battle-royale yang akan mempunyai konsep yang serupa Twisted Metal bakal segera diluncurkan di Steam nih. Bukan cuma sebatas menawarkan gameplay serupa Twisted Metal, game tersebut akan memungkinkan 100 mobil sekaligus guna bertempur di satu arena yang sama.

Untuk mekanisme gameplay yang ditawarkan paling simple, Jadi tidak beda bermain dalam suatu pertandingan balapan, anda dihadapkan pada pertarungan hidup dan mati memakai kendaraan yang telah dimodifikasi dengan persenjataan. Kualitas grafis yang ditawarkan pun sangat menarik.





Game New Ran Online Kini Sudah Membuka Tahap Pre-Register, Ran Online adalah MMORPG yang berkisah mengenai pertarungan antar 3 kampus bertolak belakang yaitu Sacred Gate, Phoenix dan Mystic Peak. Dalam game online tersebut, aspek PVP paling dinomorsatukan dan tentunya menyeluruh dengan jurus-jurus canggih yang dapat dipelajari oleh semua player.
Setelah sempat tutup sejumlah tahun kemudian di Indonesia, kali ini WaveGame pulang merilis Game Online Ran Online di Indonesia dengan judul New Ran Online dan sudah menginjak tahap Pre-Register loh.
New Ran Online pun menarik Lola Zieta yang adalah seorang cosplayer cantik pribumi Indonesia yang karirnya telah melejit ke kancah internasional. Lola sempat mewakili Indonesia sebagai cosplayer di ajang Tokyo Game Show 2016 silam. Lola mengawali dan menekuni hobinya sebagai seorang cosplayer semenjak 2013 silam. Sekarang, cosplay sudah menjadi unsur dari hidupnya.



Dengan hampir 9.000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia, EA adalah salah satu perusahaan video game terbesar di dunia. Nama mereka tentu saja tidak hanya terasosiasi dengan begitu banyak judul raksasa sekelas Battlefield dan FIFA, tetapi juga teknologi seperti Frostbite Engine yang mumpuni dan juga pemegang hak untuk adaptasi Star Wars selama bertahun-tahun lamanya. Sayangnya, hal ini tidak lantas menjadi sebuah faktor pasti untuk keamanan kerja karyawannya. Dalam upaya restrukturisasi untuk kerja yang lebih efektif, terutama di sisi pemasaran, EA berujung merumahkan sekitar 350 karyawannya. Aksi yang ternyata berpengaruh besar pada dua kantor cabang mereka.

Perumahan 350 karyawan tersebut ternyata berujung pada penutupan dua kantor cabang EA – Jepang dan Russia. Informasi yang pertama kali disampaikan oleh Famitsu tersebut memastikan bahwa EA tidak akan lagi punya kantor cabang di negara sakura tersebut, diikuti dengan berita dari GamesIndustry.biz yang mengkonfirmasikan hal serupa untuk kantor Russia. EA menegaskan bahwa penutupan kantor ini bukan berarti mereka berhenti mendukung region terkait atau tidak lagi melihat mereka sebagai pasar yang penting. Langkah ini bisa dilihat “sekedar” proses perampingan pemasaran yang kini sepertinya akan ditangani secara regional.



Monolith Soft, sebagian besar dari Anda mungkin mengenal nama developer yang satu ini lewat proyek JRPG memesona Nintendo – Xenoblade Chronicles. Hadir dengan konsistensi kualitas yang pantas diacungi jempol, terutama dari desain karakter wanita dan dunia open-world dengan terrain penuh ekosistem di dalamnya, banyak yang lupa bahwa Monolith Soft juga terlibat dalam pengembangan GOTY 2017 yang lalu – The Legend of Zelda: Breath of the Wild. Kemampuannya membuat Nintendo mempercayakan desain level topografi untuk seri ternama tersebut yang pada akhirnya berujung manis.

Nintendo sepertinya akan bekerja sama lagi dengan Monolith Soft untuk proses pengembangan seri Legend of Zelda selanjutnya, yang saat ini memang masih belum diumumkan kepada publik. Hal ini terlihat dari informasi lowongan pekerjaan terbaru Monolith Soft yang tengah mencari seorang Technical Artist, Programmers, Planners, Designers, dan Project Manager. Di dalam lowongan yang sama, jelas tertera deskripsi dengan nama “Legend of Zelda” di sana, namun tanpa sub judul apapun yang mengikutinya.



Sudah bukan rahasia lagi bahwa konsol generasi saat ini memang sudah berada di penghujung umur. Kemampuannya yang sudah mulai tidak lagi cukup untuk menangani rilis game terbaru di kualitas paling maksimal, bahkan untuk iterasi tengah generasinya sekalipun, membuat pergantiannya tidak lagi terhindarkan. Banyak yang berspekulasi bahwa Microsoft dan Sony akan mulai mengumumkan konsol generasi mereka selanjutnya dalam waktu beberapa tahun ke depan. Informasi terbaru yang muncul menegaskan bahwa keduanya akan hadir dengan satu bentuk spesifikasi yang serupa – hadir dengan performa yang melebihi Google Stadia.

Hal ini diungkapkan oleh jurnalis game ternama dan terpercaya – Jason Scheirer dari Kotaku dalam diskusinya di forum ResetEra. Scheirer menyebut bahwa bertolak belakang dengan apa yang ia tahu, jumlah dev-kit konsol next-gen masih benar-benar terbatas. Hanya beberapa orang saja di industri game, salah satunya tim engineer di tim DICE – EA yang tahu gambaran kasar spesifikasi seperti apa yang akan ia usung. Satu yang ia tahu pasti, baik Sony dan Microsoft akan memastikan konsol generasi mereka selanjutnya akan lebih kuat daripada performa Google Stadia, yang di presentasi sebelumnya, sempat menjual performa “10,7 Teraflops”. Konsol next-gen Sony dan Microsoft akan melampaui itu.



Apa yang dilakukan Nintendo dengan Nintendo Labo dan Nintendo Switch memang sesuatu yang terhitung inovatif. Bayangkan saja, dengan hanya menggunakan “kardus” sebagai bahan dasar, Nintendo berhasil membangun permainan interaktif yang fantastis untuk segala umur. Ia didesain untuk memaksimalkan beragam fungsi di dalam Joy-Con yang dipandu dengan software pendukung yang maksimal. Beberapa mungkin mengkritisi harganya, namun tidak menghalangi Nintendo untuk terus menelurkan ekstra peripheral yang bisa Anda rancang dengan produk ini. Namun produk yang kali ini benar-benar terdengar “malas”.

Nintendo baru saja mengumumkan varian Nintendo Labo yang mereka sebut sebagai Nintendo Labo Okatazuke Box. Apa yang bisa ia lakukan? Tidak ada. Ia adalah sebuah kotak kardus berukuran 485mm x 360mm x 355mm yang didesain untuk hanya satu hal – menyimpan semua Nintendo Labo yang sudah Anda racik selama ini. Benar sekali, Okatazuke Box adalah sebuah kotak kardus belaka yang dijual Nintendo dengan harga sekitar 800 Yen atau sekitar 100 ribu Rupiah. Nintendo menyebut bahwa satu kotak Nintendo Labo Okatazuke Box ini hanya akan mampu menampung 1 kit Toy-Con saja.



Bagi gamer yang sempat mencicipi seri Divinity: Original Sin II, komitmennya untuk mendorong dan mempertahankan apa yang Anda kenal dari sebuah game RPG barat yang seharusnya memang pantas untuk diacungi jempol. Hasilnya adalah sebuah game RPG memukau yang berfokus pada konsep “role-playing” yang mendalam, dimana cabang cerita dan keputusan apapun yang Anda pilih, difasilitasi dengan begitu baiknya. Kini Larian Studios siap untuk membawa kembali seri Divinity, namun dengan arah baru. Ucapkan selamat datang untuk Divinity: Fallen Heroes.

Larian Studios bekerja sama dengan Logic Artists untuk mengembangkan Divinity: Fallen Heroes. Berbeda dengan dua seri sebelumnya yang diposisikan sebagai game RPG penuh, Fallen Heroes justru akan dirancang sebagai game taktik RPG. Anda bisa melihatnya seperti perpaduan antara Divinity: Original Sin dengan cita rasa X-COM yang kental di dalamnya. Sembari berusaha menyelesaikan setiap musuh yang ada, Anda akan dituntut untuk merekrut pasukan, melakukan research perlengkapan baru, hingga meningkatkan level karakter yang Anda temui. Seperti di seri RPG sebelumnya, efek elemen dan pengaruhnya pada lingkungan tetap dipertahankan.