James Derulo's

Portfolio

Jika Anda mengikuti perkembangan industri game selama setidaknya beberapa bulan terakhir, maka Anda akan sering mendengar bagaimana survei penjualan di beberapa pasar game, terutama Inggris selalu hadir dengan berita yang buruk. Bahwa terlepas dari keberhasilan beberapa game mencatatkan posisi yang tinggi di tangga game tersebut, data konsisten memperlihatkan angka penjualan game fisik yang lebih rendah dibandingkan seri sebelumnya.

Dengan tren seperti ini, kita tentu dihadapkan pada dua probabilitas: pertama, memang game tersebut memang tidak laku dan tidak menarik. Atau kedua? Banyak gamer yang saat ini sudah pindah ke digital. Jika melihat Assassin’s Creed Odyssey, maka skenario kedua yang paling dimungkinkan.

Dalam laporan finansial terbaru mereka, Ubisoft mengaku bahwa hampir 45% dari total penjualan Assassin’s Creed Odyssey kini datang dari versi digital lintas platform. Angka ini naik 10% dari tren digital di Assassin’s Creed sebelumnya – Origins. Untuk saat ini mereka memang masih belum berbagi detail angka penjualan Odyssey mengingat ia dirilis dekat dengan minggu akhir laporan finansial itu sendiri. CEO Yves Guillemot juga sesumbar terkait performa penjualan game UBisoft yang lain seperti For Honor dan Rainbow Six: Siege yang masih memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif.



Menebak seperti apa selera dan tren gamer Jepang memang terkadang berujung dengan sebuah kebingungan tanpa jawaban yang memang muncul sekedar kerena perbedaan kultur dan daya tarik. Hal ini juga terjadi di industri game. Beberapa game yang super populer dan penuh hype di region yang lain bisa berujung tak diperhatikan gamer Jepang dan begitu sebaliknya. Salah satu contoh kuat adalah apa yang terjadi dengan Rockstar Games dan game teranyar mereka – Red Dead Redemption 2. Ketika di belahan dunia yang lain ia berujung jadi game yang paling diantisipasi, Rockstar justru harus bekerja keras dengan ragam strategi marketing untuk memperkenalkan game ini lebih luas di pasar Jepang. Berita baiknya? ia berhasil.

Data terbaru yang dilepas oleh Media Crate Sales memperlihatkan nama Red Dead Redemption 2 yang berhasil bercokol di posisi puncak sebagai game terlaris minggu lalu untuk pasar Jepang. Ia berhasil terjual sekitar 132.984 kopi yang kesemuanya tercatat dari versi Playstation 4. Game “barat” lain yang diminati – Call of Duty: Black Ops 4 kini harus puas berada di posisi kedua dengan angka penjualan sekitar 57 ribu kopi, sebuah angka yang tidak terhitung buruk. Lantas bagaimana dengan sisa slot yang lain?



Jika Anda belum tahu, salah satu game action RPG terbaik dan terpopuler saat ini – The Witcher tengah diadaptasikan menjadi film seri di bawah bendera raksasa Netflix. Namun tidak serta merta didasarkan pada versi video gamenya yang meraih momentum sejak seri ketiga yang fenomenal, film seri ini akan menjadi sumber materi sesungguhnya – sang novel dari  Andrzej Sapkowski sebagai basis. Setelah antisipasi cukup tinggi, film seri ini akhirnya pelan tapi pasti, mulai memperkenalkan aktor dan aktris yang akan membintangi setiap karakter ikonik yang ia miliki. Salah satu kejutan muncul dari fakta bahwa Henry Cavill yang lebih terkenal karena perannya sebagai Superman akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung dan akan memerankan sang karakter utama – Geralt of Rivia.

Konfirmasi Henry Cavill sebagai Geralt tentu memicu reaksi yang beragam. Beberapa orang melihatnya tidak cocok, sementara yang lain bisa membayangkan mengapa Netflix memilihnya. Setelah penantian cukup lama, Netflix akhirnya memperlihatkan seperti apa tampilan Geralt ala Henry Cavill nantinya lewat cuitan Twitter resmi mereka. Sepertinya mengambil sosok Geralt muda mirip dengan versi video game The Witcher pertama, ia terlihat cukup mengancam dengan rambut panjang berwarna peraknya. Mata “unik” Geralt sebagai seorang The Witcher juga terlihat jelas di kosmetik yang akan digunakan Henry Cavill nantinya.



Ini mungkin salah satu berita terbaik yang Anda temukan minggu ini. Setelah berkaca dari banyak kontroversi yang sempat menghinggapi Destiny pertama, sebuah game action RPG eksperimental yang lumayan inovatif di masanya, Activision dan Bungie Studios memang berusaha meracik pengalaman bermain yang lebih sempurna dengan Destiny 2. Sayangnya, keluhan tetap mengalir karena beberapa kontroversi yang lain. Walaupun demikian sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa Destiny 2 tetaplah sebuah game multiplayer co-op yang selalu seru untuk dimainkan bersama dengan teman-teman yang lain. Berita lebih baiknya lagi? Ia kini GRATIS!

Merayakan ulang tahun Destiny 2 versi PC, Activision dan Bungie Studio memutuskan untuk menggratiskan Destiny 2 versi PC! Benar sekali, Anda bisa melakukan proses klaim secara cuma-cuma dan menyimpan game ini secara permanen. Yang tersedia adalah Destiny 2 versi dasar tanpa DLC “Forsaken” yang terbaru. Proses klaim harus dilakukan via portal distribusi milik Blizzard – Battle.net dan akan tersedia via tab “Gifts” begitu sudah Anda lakukan. Tentu saja Anda harus memiliki akun Battle.net terlebih dahulu.



Mengadaptasikan sebuah novel yang sudah punya video game popular di atasnya menjadi sebuah seri film televisi tentu bukan pekerjaan mudah. Walaupun diambil dari sumber yang sama, keduanya “terpaksa” harus mencocokkan kemiripan karakter satu sama lain karena sisi fans yang seharusnya sudah terbiasa untuk materi manapun yang dirilis terlebih dahulu ke pasaran.

Ditambah dengan komunitas yang terhitung fanatik, perbandingan tersebut tidak terelakkan. Hal ini tentu saja akan dipertimbangkan oleh Netflix ketika mengadaptasikan The Witcher ke dalam film seri 8 episode. Setelah Henry Cavill untuk Geralt dan dua aktris yang dikonfirmasikan untuk sosok Ciri dan Yennefer, salah satu karakter wanita terpenting pun akhirnya mendapatkan aktris untuknya.


Benar sekali, satu karakter wanita yang cukup penting dalam hidup Geralt – Triss Merigold juga akhirnya mendapatkan aktris pemerannya. Peran tersebut akan diperankan oleh Anna Shaffer yang sempat berperan sebagai Romilda Vane darI Harry Potter. Bersama dengan konfirmasi tersebut, Netflix juga mengumumkan beberapa aktor yang akan ikut berperan di dalamnya. Sayangnya, selain Henry Cavill itu sendiri, Netflix belum memperlihatkan seperti apa rupa masing-masing aktor / aktris ini dengan pakaian karakter The Witcher mereka.



Berupaya untuk mengembalikan kepercayaan gamer setelah apa yang sempat terjadi dengan Star Wars Battlefront II, EA dan DICE memang berambisi untuk memastikan bahwa konsep “Games as service” yang mereka desain akan bertahan lama untuk Battlefield V. Dengan membuang sistem Season Pass, mereka akan lebih berfokus untuk menarik minat gamer nantinya untuk menghabiskan uang di item kosmetik. Dengan demikian, apalagi dengan komitmen untuk terus menambahkan fitur dan peta baru termasuk mode battle-royale di tahun 2019 mendatang, Battlefield V tentu harus mengusung konten awal yang kuat untuk membuat gamer terus bertahan. Hal inilah yang tengah disiapkan oleh EA dan DICE.

Dengan waktu rilis yang tinggal menghitung beberapa minggu, EA dan DICE merilis sebuah trailer baru yang berfokus untuk memperkenalkan peta-peta yang akan mereka tawarkan di hari rilis bersama dengan sedikit potongan video terkait dengannya. Ada total sekitar 8 peta multiplayer di hari pertama dengan beberapa darinya pantas untuk mendapatkan perhatian. Hamada – Afrika Utara adalah peta rilis terbesar Battlefield V dengan pertempuran tank sebagai fokus, sementara Twisted Steel akan memuat struktur terbesar yang pernah diracik DICE di sepanjang sejarah eksistensi Battlefield.



Cobaan apa yang lebih berat untuk PC Anda selain proses render game open-world dengan skala super luas? Memuatnya dengan begitu banyak api, ledakan, dan kehancuran yang terus muncul di setiap sisi dan kesempatan. Bagi gamer PC yang sempat mencicipi seri Just Cause sebelumnya, terutama untuk seri Just Cause 3 yang dilepas untuk platform generasi saat ini, kondisi ini memang tidak lagi terdengar asing. Kini dengan hadirnya sang seri keempat yang akan dilepas di akhir tahun nanti, kebutuhan spesifikasi PC yang dibutuhkan tentu saja memancing sedikit rasa was-was. Semuanya diperburuk apalagi kita mengingat bahwa ia juga akan mengimplementasikan engine baru – Apex. Berita baiknya? Anda bisa mulai mempersiapkan diri dari sekarang.

Square Enix dan Avalanche Studios akhirnya secara resmi melepas kebutuhan spesifikasi PC resmi untuk menjalankan Just Cause 4 versi PC di tiga konfigurasi berbeda: minimal, recommended, dan 4K. Seperti yang bisa diprediksi, sepertinya akan ada banyak gamer yang mulai kewalahan hanya untuk memenuhi tuntutan spesifikasi terendah di yang ia lepas. Lantas, PC seperti apa yang perlu Anda persiapkan?


Minimum Requirements
*OS: Windows 7 SP1 with Platform Update for Windows 7 (64-bit versions only)
*CPU: Intel Core i5-2400 @ 3.1 GHz | AMD FX-6300 @ 3.5 GHz or better
*RAM: 8 GB
*Graphics: Nvidia GeForce GTX 760 (2GB VRAM or better) | AMD R9 270 (2GB VRAM or better)
*DirectX: DirectX 11.1
*HDD/SSD: 59 GB

Recommended Requirements
*OS: Windows 10 (64-bit versions only)
*CPU: Intel Core i7-4770 @ 3.4 GHz | AMD Ryzen 5 1600 @ 3.2 GHz or equivalent
*RAM: 16 GB
*Graphics: Nvidia GeForce GTX 1070 (6GB VRAM or better) | AMD Vega 56 (6GB VRAM or better)
*DirectX: DirectX® 11.1
*HDD/SSD: 59 GB

4K
*OS: Windows 10 (64-bit Fall Creators update)
*CPU: Intel Core i7-7700 (3.6 GHz or higher) | AMD Ryzen 5 1600X (3.6 GHz or higher)
*RAM: 16 GB
*Graphics: NVIDIA GeForce GTX 1080 Ti
*DirectX: DirectX 11
*HDD/SSD: TBC