James Derulo's

Portfolio

Jika Anda mengikuti berita terkait Marvel’s Spider-Man, terutama beberapa minggu sebelum rilis,
Anda pasti sudah mengetahui soal kontroversi “genangan air” yang sempat menyertainya. Salah satu user Reddit di kala itu membandingkan versi trailer terakhir dan trailer versi E3 2018 Marvel’s Spider-Man dan menemukan bahwa di salah satu adegan, genangan air yang terlihat di satu area spesifik terlihat jauh lebih minim. Tuduhan bahwa Insomniac Games telah melakukan downgrade mengemuka, memancing reaksi di dunia maya, walaupun berakhir dengan bantahan langsung yang menyebutnya tidak lebih dari sekedar keputusan kreatif saja. Satu yang pasti, Insomniac tidak berkeberatan untuk bersenang-senang dengan kontroversi yang satu ini.

Mempersiapkan diri untuk kehadiran DLC Black Cat dalam waktu dekat, update terbaru Marvel’s Spider-Man juga menyuntikkan beberapa hal baru, dari tingkat kesulitan Ultimate, tambahan trophy untuk ditundukkan, hingga shortcut untuk akses Photo Mode instan. Yang menarik? Salah satu tambahan konten di Photo Mode juga menyertakan gambar genangan air yang bisa ditambahkan sesuka hati oleh gamer dimanapun mereka inginkan, menjadi lelucon untuk kontroversi yang sempat menimpa Marvel’s Spider-Man itu sendiri.



Pendekatan horror yang efektif dan popularitas di antara para persona Youtube, apa yang berhasil dicapai oleh Bloober Team lewat game horror mereka – Layers of Fear memang pantas untuk diacungi jempol. Konsep permainan game horror yang siap untuk membuat bulu kuduk Anda merinding lewat presentasi visual dan audio yang diracik di momen yang tepat membuat game yang menjadikan lukisan sebagai media cerita tersebut memang disambut dengan tangan terbuka. Berita baiknya? Kesuksesan tersebut akhirnya dikonfirmasikan akan berlanjut ke seri selanjutnya.

Setelah sempat digoda lewat sebuah teaser yang disebut seabgai “Project Melies” sejak bulan Maret kemarin, Gun Media dan Bloober Team akhirnya mengkonfirmasikan eksistensi Layers of Fear 2 lewat sebuah video teaser pendek. Belum ada informasi kira-kira seperti apa gameplay yang pantas untuk kita antisipasi, namun sekelibat gameplay sepertinya memperlihatkan kesan bahwa kita akan berhadapan dengan pengalaman yang serupa.



Salah satu karakter ikonik yang sudah pasti dikenal banyak gamer yang sempat mencicipi masa keemasan Playstation pertama, terlepas apakah mereka pernah menjajal game ini atau tidak sebelumnya. Menjadi salah satu game yang paling diinginkan gamer untuk mengemuka kembali di industri game, Sony akhirnya mengumumkan proyek remake MediEvil setahun yang lalu. Sayangnya, selain sebuah teaser pendek yang tidak memperlihatkan bentuk gameplay sama sekali, Sony seperti tinggal diam selama setahun terakhir ini. Tentu saja banyak gamer yang penasaran seberapa jauh progress pengembangan yang ada. Setidaknya kita sudah tahu siapa yang menangani proyek remake yang satu ini.

Sempat dispekulasikan diracik oleh Bluehole Studio – developer andalan Sony untuk proyek remake seperti Shadow of Colossus di awal tahun 2018 kemarin, proyek remake MediEvil ini ternyata diracik oleh developer berbeda. Shawn Layden – Chairman Sony Interactive Entertainment Worldwide Studios memastikan bahwa game ini akan dikerjakan oleh Other Ocean Interactive. Mereka memang merupakan salah satu developer yang cukup sering menangani proses port seperti Minecraft untuk Nintendo 3DS serta Mortal Kombat: Arcade Kollection. Ia akan menjadi proses remake untuk game pertama MediEvil yang sempat ditangani oleh Shawn Layden juga di masa lalu.



Sebuah seri spin-off yang menjual mode multiplayer di dalamnya, apa yang dilakukan Bethesda dengan seri Fallout 76 mungkin tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh banyak gamer. Apalagi jika kita berbicara soal gamer-gamer yang sangat mengharapkan angka “5” yang mengikuti nama franchise game open-world action RPG super populer tersebut, atau sekedar melihat kembalinya nama “Obsidian Entertainment” seperti halnya yang terjadi dengan New Vegas. Namun pelan tapi pasti, Bethesda mulai sedikit menghapus keraguan yang ada. Mereka terus meyakinkan bahwa pengalaman yang ditawarkan tetaplah seri Fallout yang selama ini Anda kenal.

Untuk gamer PC, optimisme Bethesda soal Fallout 76 terlihat semakin kuat. Seperti langkah Activision yang hanya menjual COD: Black Ops 4 hanya via Battle.net dan melewatkan Steam, Bethesda juga melakukan hal yang sama dengan Fallout 76. Untuk versi PC, game ini hanya tersedia via Bethesda.net saja. Untuk Anda, gamer PC yang tidak berkeberatan dengan hal tersebut, Anda setidaknya sudah mulai bisa mempersiapkan spesifikasi PC yang dibutuhkan untuk menjalankannya.


Minimum Requirements
*Requires 64-bit processor and operating system
*OS: Windows 7/8/10 (64-bit OS required)
*Processor: Intel Core i5-6600k 3.5 GHz/AMD Ryzen 3 1300X 3.5 GHz or equivalent
*Graphics: NVIDIA GTX 780 3GB/AMD Radeon R9 285 2GB or equivalent
*Memory: 8GB RAM
*Storage: 60GB of free disk space

Recommended Requirements
*Requires 64-bit processor and operating system
*OS: Windows 7/8.1/10
*Processor: Intel Core i7-4790 3.6 GHz/AMD Ryzen 5 1500X 3.5 GHz
*Graphics: Nvidia GTX 970 4GB/AMD R9 290X 4GB
*Memory: 8GB RAM
*Storage: 60GB of free disk space




Sebuah tren yang masih bertahan di puncak popularitas atau sudah mulai meredup? Anda yang memutuskan. Namun tetap sulit rasanya untuk menyangkal bahwa battle-royale masihlah menjadi genre atau setidaknya konten tambahan yang menggoda untuk dijadikan fokus oleh beberapa developer di produk raksasa teranyar mereka. Apalagi ketika Activision dan Treyarch berhasil melakukannya dengan Call of Duty: Black Ops 4 yang mencatatkan angka penjualan dan keuntungan yang fantastis. Game FPS saingan utama mereka dari EA dan DICE – Battlefield V juga akan menempuh proses yang sama. Namun tidak seperti Black Ops 4 yang langsung menjadikannya sebagai fitur utama, Battlefield V baru akan menghadirkannya tahun depan!

Cukup mengejutkan memang, namun hal inilah yang dikonfirmasikan EA dan DICE lewat sebuah roadmap konten “live-service” yang mereka tawarkan untuk Battlefield V itu sendiri. Di roadmap tersebut, jelas terlihat bahwa mode battle-royale yang sudah mereka perlihatkan lewat beberapa trailer dan screenshot – Firestorm baru akan dirilis pada bulan Maret 2019 mendatang. Selama proses menunggu Firestorm tersebut, Anda akan disuguhkan beberapa konten dari DLC “The Last Tiger” yang akan meminta Anda berperan sebagai tentara Nazi yang mulai mempertanyakan posisi mereka dalam perang hingga misi Grand Operations di awal tahun 2019.



Sebuah strategi bisnis yang tepat? Atau blunder besar yang tengah menunggu untuk mengemuka? Salah satu dari konsekuensi tersebut sepertinya harus dituai Capcom dengan franchise super populer mereka – Monster Hunter. Bagaimana tidak? Game pertarungan melawan monster-monster ini akhirnya dipastikan akan menuju layar lebar dengan campur tangan Hollywood di dalamnya. Kesuksesan yang diraih secara finansial oleh film adaptasi Resident Evil, terlepas dari kritik dari gamer karena cerita yang menyimpang jauh, membuat Capcom memutuskan untuk menggunakan talenta yang sama untuk menangani film Monster Hunter ini. Proses syuting pun dimulai.

Sejauh ini, setidaknya terlihat dari foto-foto proses syuting yang ada, ia memang terlihat meragukan. Alih-alih setia dengan cerita dari versi video gamenya,sang sutradara – Paul W.S. Anderson akan menujadikan sekelompok pasukan elite dunia nyata sebagai “bintang” yang untuk alasan tertentu, terdampar di dunia penuh monster dan harus bertarung bersama para Hunter lokal untuk menemukan jalan pulang. Di beberapa foto awal tersebut, Anda bisa melihat Alpha Team – tim yang akan terdampar tersebut. Anda juga bisa melihat aktor dan aktris – Milla Jovovich dan Diego Boneta yang akan memainkan peran signifikan di dalamnya.



Indah, menawan, dengan gameplay yang seru, nama Trine memang punya posisi yang khusus yang di hati para gamer pencinta genre platformer. Sejak seri pertamanya, ia tidak pernah berhenti tampil memukau lewat sisi presentasi yang seolah menenggelamkan Anda ke sebuah cerita dongeng yang fantastis. Dua seri pertama Trine berhasil mencuri hati banyak gamer, walaupun seri ketiganya sayangnya banyak dikritik karena perubahan signifikan yang berujung tidak terbayar sama sekali. Dengan biaya besar yang sudah dikeluarkan untuk Trine 3, ada sedikit rasa pesimis bahwa Forzenbyte akan melanjutkan kembali seri ini di masa depan. Berita baiknya? Trine akhirnya dipastikan kembali!

Frozenbyte akhirnya secara resmi memperkenalkan Trine 4: The Nightmare Prince yang akan dikerjakan bersama Modus Games sebagai publisher. Belajar dari pengalaman mereka di seri ketiga, Trine 4 sepertinya akan kembali ke akar action platformer yang sudah membesarkan namanya. Walaupun belum berbagi trailer atau screenshot sama sekali, CEO Frozenbyte – Lauri Hyvarinen mengklaim bahwa Trine 4 akan menjadi seri terbaik di sepanjang eksistensi franchise ini. Ia mengaku sudah mendengar feedback gamer untuk seri sebelumnya dan berambisi untuk menghadirkan sebuah produk yang melebihi semua ekspektasi yang ada.